Pendahuluan
Infark miokard (IM) adalah kematian kematian sel otot jantung (nekrosis ireversibel) yang disebabkan oleh iskemia miokard yang berkepanjangan atau berat. Istilah “akut” biasanya mengacu pada rentang waktu 6 jam hingga 7 hari setelah tampakan patologis infark. IM berulang adalah IM yang terjadi 28 hari setelah kejadian IM sebelumnya, sedangkan reinfark adalah IM akut yang terjadi dalam waktu 28 hari setelah kejadian IM pertama atau IM berulang.
Sindrom koroner akut adalah sekelompok gejala yang sesuai dengan iskemia miokard akut, biasanya disebabkan oleh penurunan aliran darah koroner secara mendadak akibat ruptur atau erosi plak aterosklerotik dan trombosis berikutnya.
Epidemiologi
Penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab utama mortalitas di negara-negara Barat, dengan penyakit koroner akut sebagai penyebab utama. Infark miokard dengan elevasi segmen ST mencakup sekitar 25% dari sindrom koroner akut.
Angka insidens infark miokard pada populasi Asia lebih rendah dibanding ras lain. Alasannya mungkin karena prevalensi faktor risiko utama (misalnya hipertensi, merokok, obesitas) yang lebih rendah pada masyarakat Asia. Di negara Asia seperti Jepang dan Korea, angka insidens lebih tinggi pada laki-laki dibanding perempuan.
Patofisiologi
Mekanisme awal pada infark miokard akut adalah ruptur plak koroner aterosklerotik yang rentan dan sarat lipid, menghasilkan inti plak yang sangat trombogenik dan material matriks yang beredar dalam darah. Trombosit kemudian teraktivasi dan beragregasi di lokasi cedera. Trombin diproduksi, yang mempercepat aktivasi trombosit, sehingga fibrin menjebak sel darah merah dan menyebabkan pembentukan trombus. Trombus yang menyumbat sepenuhnya menyebabkan infark miokard dengan elevasi segmen ST. Penurunan aliran darah menyebabkan iskemia, yang mengakibatkan cedera/kematian sel miokard, disfungsi ventrikel, dan aritmia jantung. Nekrosis miokard dimulai 20 menit setelah oklusi koroner.
Etiologi
Etiologi infark miokard meliputi:
- Spasme arteri koroner
- Aterosklerosis koroner dan ruptur plak
- Emboli koroner dari fibrilasi atrium, penyakit jantung rematik, endokarditis infektif, atau trombus intrakavitas
- Diseksi ke dalam arteri koroner (aneurismal, iatrogenik, atau spontan)
- Periarteritis dan penyakit inflamasi arteri koroner lainnya
- Anomali asal arteri koroner (misalnya perjalanan arteri koroner interarterial [di antara aorta dan arteri pulmonalis])
- Peningkatan viskositas darah atau keadaan hiperkoagulabilitas (misalnya polisitemia vera, lupus sistemik, sindrom antifosfolipid)
- Infark miokard dengan arteri koroner normal yang sering terlihat pada pasien lebih muda dan pengguna kokain
Faktor Risiko
Faktor risiko untuk infark miokard dengan elevasi segmen ST adalah:
- Usia
- Jenis kelamin
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
-
Faktor risiko yang dapat dimodifikasi meliputi:
- Hiperlipidemia
- Hipertensi
- Diabetes
- Penyakit Ginjal Kronis
- Obesitas
- Faktor psikososial (misalnya stres)
-
Faktor risiko gaya hidup meliputi:
- Merokok
- Diet
- Kurang olahraga
- Konsumsi alkohol
Klasifikasi
Infark miokard akut diklasifikasikan secara klinis sebagai:
- Tipe 1: Aterotrombosis akut yang umumnya disebabkan oleh ruptur atau erosi plak aterosklerosis dan berkaitan dengan trombosis pembuluh darah parsial atau total
- Tipe 2: Ketidakseimbangan pasokan dan kebutuhan O2 miokard yang tidak berkaitan dengan aterotrombosis akut
- Tipe 3: Kematian jantung pada pasien dengan gejala yang mengarah ke iskemia miokard dan diduga terdapat perubahan iskemik baru pada elektrokardiogram (EKG) sebelum nilai troponin jantung (cardiac troponin/cTn) tersedia atau terdeteksi abnormal
- Tipe 4a: Infark miokard (IM) terkait intervensi koroner perkutan (PCI) yang terdeteksi 48 jam setelah prosedur
- Tipe 4b: Trombosis stent atau scaffold stent koroner yang berkaitan dengan PCI
- Tipe 4c: Restenosis stent koroner yang berkaitan dengan PCI
- Tipe 5: IM terkait operasi bedah pintas arteri koroner (coronary artery bypass grafting / CABG) yang terdeteksi 48 jam setelah prosedur.
- Infark miokard dengan arteri koroner non-obstruktif (Myocardial infarction with non-obstructive coronary arteries/MINOCA): IM tanpa stenosis arteri koroner yang signifikan (yaitu <50%) pada angiografi koroner, mencakup spasme arteri koroner, diseksi arteri koroner spontan, disfungsi mikrovaskular, kardiomiopati Takotsubo, dan emboli paru/koroner.
Infark miokard terdahulu atau yang tidak terdiagnosis/terselubung (unrecognized/silent) merupakan kondisi yang memenuhi kriteria berikut:
- Gelombang Q abnormal dengan atau tanpa gejala, tanpa adanya penyebab non-iskemik
- Hilangnya miokardium yang viabel pada pemeriksaan pencitraan yang sesuai dengan penyebab iskemik
- Temuan pato-anatomi yang menunjukkan riwayat IM sebelumnya
